The Social Network (2010)

 

"Final clubs. Not Finals Clubs."

SCORE: 95

Director: David Fincher
Actors: Jessie Eisenberg, Rooney Mara, Andrew Garfield, Justin Timberlake, Brenda Song.
Runtime: 121 minutes

Maha karya Fincher sekali lagi, bahkan lebih baik dari pada Se7en ataupun Fight Club. Film yang berpeluang besar menjadi yang terbaik di antara rilisan film tahun 2010 ini terkesan lebih mudah dicerna dibandingkan karya Fincher sebelumnya, sehingga dapat dengan mudah dimengerti oleh kalangan awam. Tetapi tidak sedikit yang mengatakan bahwa film ini membosankan.. well mungkin karena mereka hanya berselera menonton film action yang tidak berbobot. Di 5 menit pertama, film ini menyajikan pembicaraan antara 2 tokoh yang saling bersahut-sahutan satu sama lain, sangat profesional dan secara tidak langsung memperkenalkan karakter Mark yang jenius tetapi mengalami masalah dalam dunia sosialnya. Saya sendiri merasa sangat puas jika hanya disodorkan tayangan sebatas 5 menit tersebut, yang menurut saya jauh lebih baik daripada menonton penuh The Expendables. Haha, okay maaf, selera orang berbeda. Film ini menceritakan tentang founder FaceBook, Mark Zuckerberg. Meski cerita tersebut hanya interpretasi yang kurang akurat dari seorang penulis bernama Ben Mezrich dengan bukunya yang berjudul The accidental billionaires, film ini terkesan sangat nyata. Secara keseluruhan, film ini sudah sempurna, dengan alur mundur, dan permainan mood yang tertata sangat rapi. Justin Timberlake yang diragukan oleh banyak kalangan belakang layar, bermain sangat baik karena perannya memiliki sifat yang tidak jauh berbeda dengan dirinya. Dalam pembuatan sebuah film, seperti biasa, ending adalah masalah besar. David Fincher pun menyelesaikan The Social Network dengan sangat baik. Mark Zuckerberg, he’s an asshole, and yes still, he’s an asshole, even if he’s just trying so hard to be, di awal cerita dan akhir memiliki persamaan, same statement, ending tersebut memperjelas situasi yang nyaris mirip dengan opening, musuh dan masalahnya akan terus bermunculan, menegaskan bahwa tagline dari film ini yang menjadi jawabannya: “You don’t get to 500 million friends without making few enemies.”

Highly recommended !

Spinning Token

Pernah nonton Inception? Film arahan Christopher Nolan yang dibintangi oleh Leonardo DiCaprio. Film yang berlapis-lapis dengan alur maju, menyajikan cerita yang sangat berkualitas. Ending dari film ini pun sangat terkenal dan tetap hangat diperbincangkan, yaitu token yang berputar.

Token milik Cobb berputar, bila terus berputar, maka ia masih di dalam mimpi, sebaliknya bila token tersebut terguling maka ia sudah ada di dunia nyata bersama anak-anaknya tercinta. Apa yang terjadi pada token berputar tersebut? Nolan langsung menyelesaikan scene dan membiarkan kita berpikir dan meresapinya. Dessert yang sangat jenius untuk santapan Inception. Itu alasan kenapa blog yang satu ini bernama ‘Spinning Token’, sebuah metaphor untuk film-film berkualitas yang akan dibahas di sini.. Sama hal nya dengan ‘The Prestige’, tahap ke-3, tahap akhir, untuk menutup sebuat atraksi sulap. Tanpa penutup yang baik, atraksi tersebut tidak ada artinya. Tanpa kartu Joker yang diperlihatkan Gordon kepada Batman di ending ‘Batman Begins’, tidak lengkap untuk memulai The Dark Knight. Dan akhirnya, dalam film ‘Magnolia’, kata-kata Jim si polisi sederhana, membuat claudia si pecandu narkoba, dapat tersenyum kembali. Ending memiliki pesan yang tersirat di keseluruhan cerita dalam suatu film.

Di dalam blog ini akan dibahas semua film, baik yang bernilai tinggi maupun karya-karya yang belum mencukupi porsi penonton. Selamat membaca :)

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.